Isteri, Sahabat Surga Bagi Suami

Ada beragam kisah rumah tangga yang dilalui pasangan suami istri. Manis, pahit, asam, asin, suka dan duka silih berganti. Sepanjang tahun ada-ada saja masalah yang menghampiri. Kadang ringan, tak jarang terasa berat membebani hati. Hingga barangkali terlintas dalam pikiran pasangan untuk mengakhiri pernikahan dengan perceraian.

Selalunya begitu, sesempurna apapun pasangan di mata orang lain, tapi bagi suami/istri, ada saja kekurangan yang tampak hingga menutupi pintu-pintu kesyukuran atas kelebihannya yang sebenarnya begitu banyak jika ditelisik lebih dalam.

Sejatinya, kehidupan suami istri bukanlah syarikah. Bukan sebuah hubungan kemitraan kerja antara atasan dan bawahan. Tapi lebih dari itu, istri merupakan sahabat bagi suami. Ya, sahabat dalam segala hal. Yang keberadaannya mampu memberikan ketentraman batin dan kedamaian hati bagi masing-masing suami/istri.

Hubungan suami istri merupakan hubungan sahabat tammah alias sahabat sejatinya. Sebagaimana keberadaan sahabat yang padanya kita berbagi sedih, bahagia bahkan rahasia paling tersembunyi kita percayakan ia untuk menyimpannya. Begitulah pernikahan.

"Para isteri berhak atas persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami mereka, sebagaimana mereka wajib taat (kepada suaminya) dalam hal yang memang diwajibkan atas mereka terhadap suami mereka." (Ibn 'Abbas Radiallahu anhu)

Ketenangan yang ditimbulkan sahabat sejati di dalam rumah tangga harus dijalankan oleh kedua belah pihak. Saling mengajarkan dan memberi pengertian juga dukungan agar timbul ketenangan dalam hati.


Bahkan Allah SWT telah mengingatkan, bahwa pasangan itu tercipta dari diri yang satu.
"Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya agar dia merasa senang kepadanya." [TQS. Al-A'raf: 89]


Idealnya dalam sebuah pernikahan, suami atau isteri akan saling cenderung satu sama lainnya. Bukan saling membenci dan menjauhi. Saling menyukai, mencintai. Sebab dari rasa inilah timbul keikhlasan untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga ketenangan dan ketentraman dalam menjalankan mahligai rumah tangga bisa diraih. Mereka akan saling merindu saat berjauhan. Saling mendekat, tarik menarik bagai kutub utara dan selatan pada magnet.


Persahabatan antara suami isteri adalah persahabatan sempurna. Yang bisa menjadikan pasangan sebagai tempat mencari solusi atas segala permasalahan yang menghampiri. Saling membahagiakan di dalam kehidupan rumah tangga. Mengajak untuk sama-sama berjalan meraih pahala dari pintu-pintu kebaikan. Mengingatkan saat salah satu pasangan tergelincir kakinya di jalan kemaksiatan.

Rasulullah bersabda "Sesungguhnya ia (suamimu) adalah surga atau nerakamu" (HR. Al-Hakim dari jalur bibinya Husayn bin Mihsyin)


Maka tugas suami sebagai Qawwam (pemimpin) haruslah mampu membimbing isterinya pada jalan kebaikan. Satu sama lain harus saling bersinergi dan memahami hak serta kewajiban masing-masing. Sebab, di dalam rumah tangga, apa yang menjadi hak suami atas isteri maka ini menjadi kewajiban bagi isteri untuk menunaikannya. Begitu sebaliknya. Suami wajib memperlakukan isterinya dengan cara yang baik. begitupun isteri, wajib memperlakukan suami dengan cara yang baik pula.


"Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya kepada isteri-isterinya." [Diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Rasulullaah SAW].

Karena itu wahai para suami, Berlemah lembutlah dalam tutur kata, hindari bersikap keras dan kasar, jangan pernah bermuka masam tanpa suatu alasan. Jadikanlah isteri sahabat surgamu. Yang senantiasa setia membersamaimu di dunia hingga ke surga nantinya.[]

Cerita ini bisa dibaca di : Isteri, Sahabat Surga Bagi Suami