Pelaku jasa Konstruksi. Melalui sertifikasi ini diharapkan para peserta kelak mampu bersaing didunia jasa konstruksi

Pringsewu - Tim Pembina Jasa Konstruksi Kabupaten Pringsewu bersama dengan Tim Pembina Jasa Konstruksi Provinsi Lampung mengadakan Pelatihan tenaga kerja trampil konstruksi Kabupaten Pringsewu 2018 di aula balai Pekon Waingison Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

Acara pelatihan yang diikuti 25 orang tenaga kerja konstruksi (tukang bangunan) dihadiri langsung Kabid Bina Marga Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu Handri Yusuf, kasi Bina teknik PU Ikromi Fahmi, Kepala Pekon Waingison Wagiman dan pemateri/narasumber dari Dinas PU Pera Provinsi Lampung yang juga anggota LPJK, Ir Sudi hartono . 


Kabid bina marga Handri Yusuf dalam sambutannya mengatakan pelatihan tukang ini bekerjasama dengan TP Jakon provinsi lampung dengan TP Jakon Kabupaten Pringsewu selama dua hari dengan jumlah peserta 25 orang. 


"Pelatihan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pertukangan dan nanti akan diberikan sertifikat, Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan membina tenaga tukang untuk memiliki sertifikat keahlian agar bisa bersaing di tingkat nasional, " katanya.(12/9) 


Kepala Pekon Waingison Wagiman dalam sambutannya mengatakan secara praktis para tukang sudah materi yang cukup namun secara teori perlu pengarahan dari TP Jakon Kabupaten Pringsewu sehingga mampu bersaing secara nasional. 


"Dengan adanya sosialisasi ini bisa menambah ilmu dan wawasan para tukang yang ada di wilayah pagelaran induk dan pagelaran utara yang di adakan di Pekon pekon Way ngison, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, " ucapnya. 


Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu Handri Yusuf menambahkan Lahirnya Undang-undang (UU) No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang baru terbit menggantikan UU Jasa Konstruksi Nomor 18 tahun 1999 merupakan babak baru bagi jasa konstruksi di Republik Indonesia termasuk didalamnya Kabupaten Pringsewu. Beberapa perbaikan dari UU ini diharapkan membuat sektor konstruksi di dalam negeri menjadi lebih berkembang dan berdaya bersaing. Ini di tengah program pembangunannya infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintahan. UU ini memperkuat penyediaan jasa konstruksi, sehingga bisa bersaing di dalam negeri, memperbaiki rantai pasok, hingga mutu.

UU Jasa Konstruksi yang baru tidak lagi hanya berorientasi terkait bidang di kementerian PU-Pera, tetapi mencakup penyelenggaraan pekerjaan konstruksi di Indonesia secara utuh. Kemudian adanya pembagian peran berupa tanggung jawab dan kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, menjamin penyelenggaraan usaha jasa konstruksi yang adil, sehat dan terbuka melalui pola persaingan yang sehat.

Dalam hal ini badan sertifikasi atas jasa konstruksi memiliki peran yang besar, Diharapkan proses sertifikasi akan lebih mudah dan cepat. Sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi untuk tetap dapat memiliki daya saing tinggi dalam persaingan global yang ketat. Salah satunya implementasi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Sertifikasi akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya upah yang diterima (billing rate) pekerja konstruksi.


Terkait dengan hal-hal tersebut diatas, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk meningkatkan profesionalitas Pelaku jasa Konstruksi. Melalui sertifikasi ini diharapkan para peserta kelak mampu bersaing didunia jasa konstruksi tidak hanya local tapi tingkat regional, nasional atau bahkan internasional.


"Pelatihan selama dua hari dengan materi hari pertama dari provinsi lampung dan hari kedua praktek sekaligus ujian yang nantinya akan mendapatkan sertifikat, dengan pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan tenaga kerja,"pungkasnya

Cerita ini bisa dibaca di : Pelaku jasa Konstruksi. Melalui sertifikasi ini diharapkan para peserta kelak mampu bersaing didunia jasa konstruksi