Kekalahan Terbesar yang Dialami Tim Besar pada Era Sepakbola Modern

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, hasil yang diperoleh baik itu menang, imbang atau kalah adalah hal yang biasa terjadi. Meskipun hasil-hasil tersebut kadang diwarnai oleh momen-momen kontroversial, namun itulah sepakbola. Sebagai atlet profesional dengan bayaran mahal, tentu tetap harus menerima apapun hasil pertandingan dengan lapang dada, dan menjadikan hasil tersebut sebagai pembelajaran, agar bisa tampil lebih maksimal pada pertandingan berikutnya.

Bicara masalah hasil pertandingan dalam dunia sepakbola, tim-tim besar dengan kualitas terbaik dan menjadi unggulan dalam sebuah kompetisi, nyatanya tidak selamanya bisa digdaya dan memperoleh hasil positif. Dalam satu musim kompetisi atau selama perhelatan turnamen digelar, tentu tim-tim kuat itu pernah mengalami kekalahan, pada ajang apapun yang diikuti dalam jangka waktu tertentu.

Jika kekalahan tersebut dialami dengan margin gol yang tipis, mungkin masih dianggap wajar. Namun, beberapa tim besar berikut justru mengalami kekalahan yang sangat menyakitkan, dengan margin gol yang begitu jomplang, sehingga menunjukkan seolah-olah tim tersebut bukanlah tim unggulan bahkan seperti tim papan bawah yang jadi lumbung gol bagi tim besar. Keadaan seperti ini tentunya cukup mengejutkan semua pihak. Tak jarang, semua elemen di dalam tim harus menerima ejekan dari suporternya sendiri, mengingat tidak selayaknya tim kesayangan mereka, harus kalah dengan perbedaan jumlah gol yang begitu banyak.

Memang yang mengalahkan tim-tim besar tersebut dengan skor yang sangat mencolok, bukanlah tim medioker ke bawah. Tim-tim yang mengalahkannya pun tentulah tim besar dengan level kekuatan yang sama pula. Hanya saja, bagi publik sepakbola seantero dunia, pertandingan sepakbola yang mempertemukan dua tim besar, seharusnya sarat gengsi, berjalan dengan sangat menarik, dinamis dan enerjik yang berpadu dengan skill-skill individu menawan dari para pemainnya. Sekalipun ada yang kalah, tentu yang terbayang adalah kekalahan tipis yang dramatis. Sekalipun banyak gol yang tercipta, tentu yang terbayang adalah jumlah total gol yang dihasilkan kedua tim dalam satu pertandingan, bukan jumlah gol banyak untuk tim yang menang dan membuat tim yang kalah menjadi pesakitan.

Untuk mengenang momen-momen dimana tim besar dunia harus menerima kekalahan dengan skor besar pada era sepakbola modern, berikut akan diulas kembali pertandingan-pertandingan tersebut:

1.    Piala Dunia 2014 (Brazil 1 – 7 Jerman)
Bagi publik Brazil ini mungkin kekalahan paling menyakitkan yang pernah mereka alami, sepanjang sejarah keikut sertaan Negeri Samba ini pada pagelaran Piala Dunia, atau bahkan pada pagelaran kejuaraan dunia lainnya yang pernah mereka ikuti. Ironisnya, kekalahan ini mereka derita di kandang sendiri, yaitu di Stadion Mineiro, karena pada perhelatan Piala Dunia 2014 tersebut, Brazil adalah tuan rumah. Lebih menyakitkan lagi adalah, kekalahan ini terjadi pada babak semifinal, babak yang menjadi penentu mereka untuk bisa melenggang ke final dan mungkin saja bisa meraih gelar Juara Dunia ke-6 nya. Adalah Jerman, yang memberikan luka bagi publik Brazil kala itu, dimana Mario Gotze, dkk berhasil membombardir gawang yang dijaga Julio Caesar dengan gelontoran tujuh gol dan hanya berhasil dibalas satu gol oleh tuan rumah. Jerman pun pada perhelatan tersebut berhasil keluar sebagai Juara Dunia, setelah mampu mengalahkan seteru Brazil lainnya, Argentina di babak final.
 
2.    UCL 2012/2013 (Agregat, Bayern Muenchen 7 – 0 Barcelona)
Tidak ada yang menyangka kala itu, tim sekelas Barcelona yang begitu diunggulkan untuk menjuarai turnamen tersebut bisa kalah dengan skor agregat yang cukup mengejutkan tersebut. Dalam dua leg pertandingan, baik kandang maupun tandang, Raksasa Catalan tidak berhasil menyarangkan sebiji gol pun ke gawang “The Bavarian”. Ketika menjadi tamu dan bertandang ke Stadion Allianz Arena, Jerman, Barcelona dicukur 4 – 0 oleh tuan rumah. Berharap bisa membalas kekalahan dengan memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah di leg kedua, nyatanya Lionel Messi, dkk justru kembali tersungkur di depan pendukung sendiri, dengan skor 3-0.

3.    Premiere League 2011/2012 (Manchester United 8 – 2 Arsenal)
Memang pada saat itu posisi kedua tim di klasemen pun berbeda, meskipun sama-sama berkutat di lima besar klasemen, misi kedua tim berbeda. Manchester United berjuang untuk meraih gelar juara, sedangkan Arsenal berjuang untuk merebut jatah tiket Liga Champions. Tradisi pertemuan kedua tim pun boleh dikatakan sedikit berimbang, karena rivalitas keduanya memang telah berlangsung lama dan Arsenal merupakan salah satu tim yang kerap meruntuhkan dominasi United di tanah Inggris. Ekspektasi penonton di Old Trafford tentunya menginginkan MU menang, namun jelas tidak ada yang menyangka bahwa MU bisa menang dengan skor sebesar itu, mengingat lawan mereka adalah salah satu rival berat mereka, yaitu “The Gunners” Arsenal.

4.    La Liga 2010/2011 (Barcelona 5 – 0 Real Madrid)
Pertemuan antara Barcelona dengan Real Madrid di berbagai kompetisi yang mereka ikuti memang kerap berlangsung dengan tensi tinggi. Pertandingan yang dijuluki “El Classico” tersebut memang layak dijadikan salah satu pertandingan besar dunia, mengingat tidak hanya nama besar keduanya, namun prestasi kedua tim tersebut di level domestik, Eropa maupun dunia pun boleh dikatakan sangat moncer. Selain itu, keberadaan para pemain dari kedua tim yang kerap masuk nominasi Pemain Terbaik Dunia, membuat pertandingan tentunya berjalan sangat atraktif. Berbagai bumbu tersebut teracik menjadi satu dalam sebuah pertandingan yang tentunya sarat gengsi, terlebih keduanya juga bersaing untuk meraih gelar di La Liga maupun Liga Champions. Pada musim kompetisi tersebut di luar dugaan, Sergio Ramos, dkk berhasil digunduli oleh Barcelona dengan skor sangat jomplang 5 – 0. Peristiwa ini pun dijuluki publik Spanyol dengan istilah “Tragedi Salam Lima Jari”.

5.    UCL 2006/2007 (Manchester United 7 – 1 AS Roma)
Sebelum mencukur Arsenal, mundur empat tahun ke belakang, “The Red Devils” berhasil mencukur raksasa Italia, AS Roma dengan skor 7 – 1 di Old Trafford. Pada pertandingan yang merupakan pertandingan Perempat Final tersebut, para “Serigala Roma” kehilangan taringnya setelah ditelan oleh “Setan Merah” dengan gelontoran gol. Tentu sudah dapat dipastikan, MU bisa melenggang dengan mudah ke babak semifinal.

6.    Premiere League 2011/2012 (Manchester United 1 – 6 Manchester City)
Pada musim yang sama dimana MU berhasil mencukur Arsenal dengan skor 8 – 2 di Old Trafford, MU juga dicukur oleh tetangga sebelah mereka, “Si Bulan Biru” Manchester City. Ironisnya, pertandingan dengan skor 1 – 6 untuk kemenangan City tersebut, berlangsung di Old Trafford, yang artinya MU harus rela dipermalukan di depan pendukung sendiri. Derby Manchester ini diwarnai dengan slogan baju kaos dalam penyerang Manchester City saat itu, yang juga berhasil menyumbang gol, Mario Balotelli dengan slogan yang tertulis, “Why Always Me”.


Selamat Merangkai Huruf!

****

Eko Daido, 16-4-18

Foto 1 dan 2: youtube.com



Kekalahan Terbesar yang Dialami Tim Besar pada Era Sepakbola Modern

Cerita ini bisa dibaca di : Kekalahan Terbesar yang Dialami Tim Besar pada Era Sepakbola Modern